Jurnal Literatia Cendekia: Ruang Ilmiah Independen untuk Gagasan, Literasi, dan Masa Depan Akademik
![]() |
| Jurnal Literatia Cendekia: Ruang Ilmiah Independen untuk Gagasan, Literasi, dan Masa Depan Akademik |
Jurnal Literatia Cendekia adalah jurnal ilmiah terakreditasi yang dikelola secara independen oleh PT Literatia Cendekia Indonesia, mendukung publikasi jurnal SINTA, integritas akademik, dan pengembangan literasi nasional dan global.
Di tengah tuntutan dunia akademik yang semakin kompetitif, publikasi ilmiah bukan lagi sekadar kewajiban administratif. Ia telah menjadi medium utama untuk menyebarkan gagasan, membangun reputasi keilmuan, sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dalam konteks inilah Jurnal Literatia Cendekia (LICE) hadir sebagai jurnal ilmiah independen yang berkomitmen pada kualitas, integritas, dan keberlanjutan pengetahuan.
Dikelola oleh PT Literatia Cendekia Indonesia, Jurnal Literatia Cendekia berfungsi sebagai platform akademik terbuka bagi peneliti, dosen, mahasiswa, akademisi, hingga praktisi yang ingin mempublikasikan hasil riset, kajian kritis, dan inovasi keilmuan khususnya di bidang literasi, pendidikan, dan disiplin ilmu yang relevan.
Jurnal Ilmiah Independen di Tengah Ekosistem Akademik Indonesia
Tidak semua jurnal ilmiah lahir dari institusi besar atau perguruan tinggi negeri. Literatia Cendekia memilih jalur independen, namun tetap menjunjung tinggi standar akademik nasional dan internasional. Independensi ini justru menjadi kekuatan: pengelolaan jurnal lebih adaptif, profesional, dan fokus pada kualitas naskah, bukan sekadar kuantitas terbitan.
Sebagai jurnal ilmiah terakreditasi dan berorientasi pada publikasi jurnal SINTA, Jurnal Literatia Cendekia dirancang untuk menjembatani kebutuhan akademisi Indonesia dalam memenuhi standar publikasi yang diakui oleh Kemendikbudristek.
Bagi dosen, mahasiswa pascasarjana, maupun peneliti mandiri, keberadaan jurnal seperti LICE menjadi solusi realistis untuk mempublikasikan karya ilmiah secara etis, kredibel, dan berkelanjutan.
Fokus pada Literasi, Pendidikan, dan Isu Sosial Keilmuan
Jurnal Literatia Cendekia menempatkan literasi sebagai jantung kajian. Namun literasi di sini tidak dimaknai secara sempit. Ia mencakup:
- Literasi pendidikan dan pedagogi
- Literasi digital dan media
- Literasi sosial, budaya, dan kebijakan publik
- Pendidikan kritis dan transformasi sosial
- Kajian interdisipliner yang relevan dengan pengembangan pengetahuan
Pendekatan ini membuka ruang dialog ilmiah lintas disiplin, di mana satu artikel tidak hanya “benar secara metodologi”, tetapi juga punya makna dan relevansi sosial.
Menjaga Integritas Akademik sebagai Prinsip Utama
Di era maraknya jurnal predator dan praktik publikasi instan, integritas akademik menjadi nilai yang tidak bisa ditawar. Jurnal Literatia Cendekia menegaskan komitmennya pada:
- Orisinalitas karya ilmiah
- Objektivitas analisis
- Kepatuhan terhadap etika publikasi
- Transparansi dalam proses editorial
Setiap naskah yang masuk akan melalui proses penyuntingan dan peer-review yang ketat. Tujuannya bukan sekadar menilai, tetapi juga membantu penulis menyempurnakan gagasan dan argumennya.
Dengan sistem ini, artikel yang terbit bukan hanya layak baca, tetapi juga layak rujuk.
Proses Editorial Transparan dan Peer-Review Profesional
Salah satu kekuatan utama Jurnal Literatia Cendekia terletak pada proses editorialnya. Setiap tahapan mulai dari submit naskah, review, revisi, hingga publikasi dijalankan secara terbuka dan terstruktur melalui sistem OJS (Open Journal Systems).
Peer-review dilakukan oleh mitra bestari yang kompeten di bidangnya. Model ini memastikan bahwa:
- Penilaian bersifat objektif dan adil
- Kualitas metodologi dan argumen terjaga
- Artikel benar-benar memberi kontribusi keilmuan
Bagi penulis pemula, proses ini juga menjadi ruang belajar akademik yang sangat berharga.
Mitra Strategis bagi Akademisi dan Peneliti
Lebih dari sekadar penerbit jurnal, Literatia Cendekia memposisikan diri sebagai mitra strategis akademisi. Tujuannya jelas: membantu peneliti menuangkan gagasan ke dalam publikasi ilmiah yang kredibel dan berdampak.
Komitmen ini terlihat dari:
- Pendampingan penulis secara profesional
- Konsistensi jadwal terbit
- Orientasi pada akreditasi dan indeksasi
- Fokus pada keberlanjutan jurnal, bukan sekadar terbit cepat
Dalam jangka panjang, pendekatan ini menciptakan ekosistem publikasi yang sehat dan saling menguatkan.
Relevan untuk Mahasiswa, Dosen, hingga Praktisi
Jurnal Literatia Cendekia terbuka untuk berbagai latar belakang penulis, selama naskah memenuhi standar ilmiah. Ini menjadikannya relevan bagi:
- Mahasiswa S1, S2, dan S3
- Dosen dan peneliti perguruan tinggi
- Praktisi pendidikan dan sosial
- Peneliti independen
Dengan kata lain, LICE adalah ruang inklusif bagi siapa pun yang serius ingin berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Publikasi Ilmiah Bukan Sekadar Syarat, tapi Kontribusi
Sering kali publikasi jurnal dipersepsikan sebagai “syarat kelulusan” atau “tuntutan kenaikan jabatan”. Jurnal Literatia Cendekia mencoba menggeser paradigma ini: publikasi adalah kontribusi intelektual.
Artikel yang baik bukan hanya memenuhi template, tetapi mampu:
- Menawarkan perspektif baru
- Mengkritisi fenomena sosial
- Memberi solusi berbasis riset
- Memperkaya diskursus akademik
Di sinilah peran jurnal ilmiah menjadi sangat strategis.
Jika kamu adalah akademisi, peneliti, atau mahasiswa yang sedang mencari tempat publikasi jurnal SINTA yang kredibel dan profesional, Jurnal Literatia Cendekia layak dipertimbangkan.
Publikasikan risetmu bukan hanya untuk memenuhi kewajiban, tapi untuk meninggalkan jejak intelektual yang bermakna.

Comments
Post a Comment