Open Journal System (OJS): Tulang Punggung Pengelolaan Jurnal Ilmiah Modern

Open Journal System (OJS): Tulang Punggung Pengelolaan Jurnal Ilmiah Modern
Open Journal System (OJS): Tulang Punggung Pengelolaan Jurnal Ilmiah Modern


Open Journal System (OJS) adalah platform open source untuk mengelola dan menerbitkan jurnal ilmiah secara online. Kenali fungsi, fitur, dan perannya dalam publikasi jurnal SINTA.

Di era digital seperti sekarang, pengelolaan jurnal ilmiah tidak lagi bisa mengandalkan proses manual yang rumit dan memakan waktu. Editor jurnal dituntut bekerja cepat, transparan, dan profesional, sementara penulis menginginkan proses submit yang jelas dan mudah dipantau. Di sinilah Open Journal System (OJS) hadir sebagai solusi yang relevan dan efektif.

OJS adalah aplikasi open source yang dirancang khusus untuk mengelola dan menerbitkan jurnal ilmiah secara online. Dikembangkan oleh Public Knowledge Project (PKP), OJS kini menjadi standar pengelolaan jurnal di banyak perguruan tinggi dan lembaga penelitian, khususnya di Indonesia.

Apa Itu Open Journal System (OJS)?

Secara sederhana, Open Journal System (OJS) adalah platform berbasis web yang membantu pengelola jurnal menjalankan seluruh alur publikasi ilmiah, mulai dari pengiriman artikel hingga terbit secara daring. Semua proses dilakukan secara terstruktur dan terdokumentasi dengan baik.

Keunggulan utama OJS terletak pada konsepnya yang terbuka, transparan, dan fleksibel. Karena bersifat open source, OJS dapat digunakan secara gratis dan dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing jurnal.

Tidak heran jika OJS banyak digunakan oleh jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional berbasis open access.

Fungsi Utama OJS dalam Pengelolaan Jurnal

OJS dirancang untuk menangani seluruh proses editorial dalam satu sistem terpadu. Beberapa fungsi utama OJS antara lain:

  • Manajemen Submisi Artikel
Penulis dapat mengunggah naskah secara mandiri melalui akun masing-masing. Sistem ini mengurangi kesalahan administrasi dan memudahkan pelacakan status artikel.
  • Proses Review Terstruktur
Editor dapat menunjuk reviewer, mengatur blind review, serta memantau hasil penilaian secara sistematis.
  • Workflow Editorial yang Jelas
Setiap tahap submission, review, copyediting, hingga production—tersusun rapi dan terdokumentasi.
  • Penerbitan Online
Artikel yang telah lolos review dapat diterbitkan dalam bentuk volume dan edisi jurnal yang rapi dan mudah diakses.

Dengan workflow seperti ini, pengelolaan jurnal menjadi lebih profesional dan sesuai standar publikasi ilmiah.

Siapa Saja Pengguna OJS?

OJS dirancang untuk digunakan oleh berbagai peran dalam ekosistem jurnal ilmiah, di antaranya:

  • Editor & Editor in Chief: Mengelola kebijakan jurnal dan alur editorial
  • Reviewer: Melakukan penilaian ilmiah terhadap naskah
  • Penulis: Dosen, peneliti, maupun mahasiswa yang mengirimkan artikel
  • Journal Manager: Mengatur konfigurasi dan teknis sistem OJS

Semua peran ini terintegrasi dalam satu platform, sehingga komunikasi dan koordinasi menjadi lebih efektif.

Keunggulan OJS Dibanding Sistem Lain

Mengapa OJS begitu populer? Berikut beberapa keunggulan yang membuatnya unggul:

  • Gratis dan Open Source
    Tidak perlu biaya lisensi, cocok untuk institusi pendidikan dan pengelola jurnal pemula.

  • Mendukung Open Access
    Artikel dapat diakses publik secara luas, meningkatkan visibilitas dan sitasi.

  • Mudah Diinstal dan Dikustomisasi
    Bisa dipasang di web server sendiri dan disesuaikan dengan identitas jurnal.

  • Ramah Mesin Pencari (SEO Friendly)
    Struktur metadata OJS mendukung pengindeksan Google Scholar.

  • Mendukung Standar Akreditasi SINTA
    OJS menjadi salah satu syarat penting dalam pengelolaan jurnal terakreditasi.

Dengan keunggulan tersebut, OJS menjadi pilihan utama bagi jurnal ilmiah yang ingin naik kelas.

Fitur Penting dalam Open Journal System

OJS dilengkapi dengan berbagai fitur yang mendukung kualitas publikasi ilmiah, seperti:

  • Manajemen artikel (submit, review, revisi, publish)
  • Pengaturan volume, nomor, dan edisi jurnal
  • Sistem notifikasi otomatis melalui email
  • Dukungan metadata (DOI, abstrak, kata kunci)
  • Integrasi dengan indexing dan repository

Semua fitur ini membantu jurnal tampil lebih profesional dan mudah dikenali oleh komunitas akademik.

OJS 3: Versi yang Paling Banyak Digunakan Saat Ini

Saat ini, versi OJS yang paling umum digunakan adalah OJS 3, yang pertama kali dirilis pada tahun 2016. Dibandingkan versi sebelumnya, OJS 3 menawarkan:

  • Tampilan antarmuka yang lebih modern
  • Workflow editorial yang lebih intuitif
  • Manajemen pengguna yang lebih fleksibel
  • Dukungan plugin yang lebih lengkap

OJS 3 menjadi pilihan utama bagi jurnal yang ingin meningkatkan kualitas pengelolaan dan siap menuju akreditasi SINTA atau indeks internasional.

Peran OJS dalam Meningkatkan Kualitas Jurnal di Indonesia

Di Indonesia, OJS berperan besar dalam mendorong tata kelola jurnal yang lebih baik. Banyak universitas dan lembaga penelitian menggunakan OJS sebagai fondasi pengelolaan jurnal untuk:

  • Meningkatkan transparansi proses editorial
  • Menyesuaikan standar akreditasi SINTA
  • Memperluas jangkauan publikasi ilmiah
  • Meningkatkan sitasi dan reputasi jurnal

Dengan OJS, jurnal tidak hanya terbit, tetapi juga memiliki sistem yang kredibel dan berkelanjutan.

Open Journal System (OJS) bukan sekadar aplikasi, melainkan ekosistem digital yang mendukung kemajuan publikasi ilmiah. Dengan sistem yang terstruktur, terbuka, dan mudah diakses, OJS membantu jurnal ilmiah berkembang secara profesional dan berstandar nasional maupun internasional.

Bagi pengelola jurnal, dosen, maupun mahasiswa, memahami dan memanfaatkan OJS adalah langkah penting untuk berkontribusi dalam dunia akademik yang lebih berkualitas.

🔎 Ingin belajar lebih dalam tentang riset, OSINT, dan literasi digital?
Kunjungi blog edukatif kami di 👉 https://darkosint.blogspot.com/

📘 Sedang mencari media publikasi jurnal SINTA yang profesional dan terpercaya?
Akses jurnal LICE – Literatia Cendekia di 👉 https://literatiacendekia.com/index.php/LICE

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Literatia Cendekia: Ruang Ilmiah Independen untuk Gagasan, Literasi, dan Masa Depan Akademik