Panduan Menulis Jurnal untuk Mahasiswa Baru: Dari Nol Sampai Siap Submit

Panduan Menulis Jurnal untuk Mahasiswa Baru: Dari Nol Sampai Siap Submit
Panduan Menulis Jurnal untuk Mahasiswa Baru: Dari Nol Sampai Siap Submit


Panduan lengkap menulis jurnal untuk mahasiswa baru. Pelajari struktur IMRAD, teknik parafrase, penggunaan Mendeley/Zotero, dan cara memilih jurnal SINTA yang tepat.

Banyak mahasiswa baru merasa menulis jurnal ilmiah itu sulit, rumit, dan hanya untuk dosen atau peneliti senior. Padahal, sejak semester awal pun mahasiswa sudah bisa mulai belajar menulis artikel ilmiah secara bertahap.

Kuncinya bukan langsung sempurna, tetapi memahami struktur dasar, memilih topik yang spesifik, dan membangun kebiasaan membaca literatur ilmiah.

Artikel ini akan membahas panduan praktis menulis jurnal untuk mahasiswa baru agar lebih terstruktur, minim kesalahan, dan siap dipublikasikan.

1. Pahami Struktur Dasar Artikel Ilmiah (IMRAD)

Struktur jurnal ilmiah umumnya mengikuti pola:

Introduction – Literature Review – Methods – Results – Discussion (IMRAD)

Memahami alur ini adalah fondasi utama.

Introduction (Pendahuluan)

Bagian ini menjawab:

  • Masalah apa yang diteliti?
  • Mengapa masalah itu penting?
  • Apa gap penelitian sebelumnya?
  • Apa tujuan penelitian?

Pendahuluan bukan tempat bercerita panjang, tetapi menjelaskan urgensi penelitian secara logis dan sistematis.

Literature Review (Tinjauan Pustaka)

Bagian ini berisi:

  • Teori utama yang digunakan
  • Penelitian terdahulu yang relevan
  • Perbandingan hasil studi sebelumnya

Tujuannya bukan sekadar merangkum teori, tetapi menunjukkan posisi penelitian Anda di antara penelitian yang sudah ada.

Methods (Metode Penelitian)

Metode menjelaskan:

  • Jenis penelitian
  • Teknik pengumpulan data
  • Subjek atau sampel
  • Teknik analisis

Semakin jelas metode dijelaskan, semakin mudah penelitian dipahami dan direplikasi.

Results (Hasil)

Bagian ini memuat:

  • Temuan penelitian
  • Data yang sudah diolah
  • Tabel atau grafik (jika perlu)

Hindari opini di bagian hasil. Fokus pada data.

Discussion (Pembahasan)

Di sinilah analisis dilakukan:

  • Mengapa hasilnya demikian?
  • Apakah sesuai teori?
  • Apa implikasinya?

Pembahasan menghubungkan hasil penelitian dengan teori dan penelitian terdahulu.

2. Pilih Topik yang Spesifik dan Aktual

Kesalahan umum mahasiswa baru adalah memilih topik terlalu luas.

Contoh terlalu umum:
“Pengaruh Media Sosial terhadap Pendidikan”

Contoh lebih spesifik:
“Pengaruh Penggunaan Instagram sebagai Media Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Semester 1”

Topik yang spesifik membuat:

  • Penelitian lebih fokus
  • Analisis lebih tajam
  • Tulisan lebih mendalam

Pilih isu yang:

  • Relevan dengan bidang studi
  • Aktual
  • Memiliki data yang bisa diakses

3. Biasakan Membaca Literatur Ilmiah

Menulis jurnal tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan membaca artikel ilmiah.

Mahasiswa baru sebaiknya:

  • Membaca minimal 3–5 jurnal sebelum mulai menulis
  • Memahami pola penulisan artikel
  • Mencatat poin penting dari setiap referensi

Dengan membaca rutin, struktur dan gaya akademik akan terbentuk secara alami.

4. Gunakan Aplikasi Manajemen Referensi (Mendeley / Zotero)

Mengelola referensi secara manual sangat berisiko terjadi kesalahan sitasi.

Gunakan aplikasi seperti:

  • Mendeley
  • Zotero

Keunggulannya:

  • Kutipan otomatis
  • Daftar pustaka otomatis
  • Bisa menyesuaikan gaya sitasi (APA, IEEE, Chicago, dll.)
  • Mengurangi risiko kesalahan format

Penggunaan reference manager juga membuat artikel terlihat lebih profesional.

5. Kuasai Teknik Parafrase dan Hindari Plagiarisme

Plagiarisme adalah kesalahan fatal dalam dunia akademik.

Hindari:

  • Copy-paste langsung dari jurnal lain
  • Mengganti beberapa kata tanpa memahami isi

Teknik parafrase yang benar:

  • Baca sumber hingga paham
  • Tutup referensi
  • Tulis ulang dengan bahasa sendiri
  • Cantumkan sitasi

Gunakan tools seperti Turnitin untuk mengecek tingkat kesamaan (similarity). Idealnya di bawah batas yang ditentukan jurnal (umumnya <20%).

Menulis dengan pemahaman sendiri akan membuat artikel lebih kuat dan natural.

6. Pilih Jurnal yang Sesuai Tingkat Mahasiswa

Mahasiswa baru tidak harus langsung menargetkan jurnal SINTA 1.

Mulailah dari:

  • Jurnal kampus
  • Jurnal nasional terakreditasi SINTA 4–6
  • Jurnal yang sesuai dengan bidang dan level penelitian

Pilih jurnal yang:

  • Fokusnya relevan
  • Menerima artikel dari mahasiswa
  • Waktu review-nya realistis

Strategi ini membantu membangun pengalaman publikasi secara bertahap.

7. Pahami dan Ikuti Author Guidelines

Setiap jurnal memiliki aturan berbeda, seperti:

  • Jumlah kata
  • Format abstrak
  • Gaya sitasi
  • Template khusus

Sebelum submit:

  • Unduh template resmi jurnal
  • Gunakan format yang sama persis
  • Periksa kembali margin, font, dan struktur

Banyak artikel ditolak bukan karena isi, tetapi karena tidak mengikuti pedoman teknis.

8. Diskusikan dengan Dosen atau Teman

Menulis jurnal bukan proses individual semata.

Diskusi membantu:

  • Menajamkan rumusan masalah
  • Memperjelas metodologi
  • Memperbaiki alur logika
  • Mengurangi kesalahan konseptual

Mintalah feedback sebelum mengirim artikel ke jurnal.

Masukan kecil bisa meningkatkan kualitas tulisan secara signifikan.

Menulis jurnal sejak mahasiswa baru bukan hanya soal publikasi, tetapi membangun pola pikir ilmiah:

  • Terbiasa berpikir kritis
  • Terlatih menyusun argumen berbasis data
  • Terbiasa membaca referensi kredibel
  • Memahami etika akademik

Semakin dini kebiasaan ini dibangun, semakin kuat fondasi akademik Anda.

📘 Ingin publikasi di jurnal SINTA yang profesional dan ramah mahasiswa?
Kunjungi Jurnal LICE – Literatia Cendekia di 👉 https://literatiacendekia.com/index.php/LICE

🔎 Ingin membaca artikel edukatif lainnya tentang riset dan literasi digital?

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Literatia Cendekia: Ruang Ilmiah Independen untuk Gagasan, Literasi, dan Masa Depan Akademik

Open Journal System (OJS): Tulang Punggung Pengelolaan Jurnal Ilmiah Modern